Ada Cerita Legenda Dibalik Indahnya Panorama Situ Sanghiang (Bagian 4)


TASIKMALAYA-padjajaran-news.com : Raja juga mengeluarkan titah, untuk mengeluarkan seluruh beras, mainkan gamelan dan seluruh kesenian, dan undang seluruh rakyat untuk ikut bergembira, adakan pesta tujuh hari tujuh malam didalam Keraton.
Setelah raja mengeluarkan titahnya, lanjut Ikbal, Pernikahan pun dilaksanakan kemudian setelah itu diadakan pesta yang sangat meriah.

Berbagai macam makanan dihidangkan dan hampir seluruh rakyat yang ada disekitar Kerajaan Saunggatang mengikuti acara dengan suka cita.

Sehingga didalam benteng sampai terdengar gemuruhnya tetabuhan hingga jauh keluar Keraton, tetapi dalam suasana kemeriahan pesta hanya ada seorang Nenek yang sudah tua renta tidak masuk istana dan tidak ikut merayakan pernikahan sang raja.

Dia hanya mendengarkan diluar istana sambil melaksanakan aktivitasnya kesehariannya yaitu menumbuk padi untuk mencukupi kehidupannya.

Sementara Raja Galuh, Raden Rarangbuana yang sedang melakukan tugun tandon di Kerajaan Mataram mendapatkan firasat buruk mengenai keberadaan permaisurinya.

Tanpa pamit kepada Raja Mataram, dia pun pulang menuju kerajaannya di Tatar Galuh.
(Yud’N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *