Ada Cerita Legenda Dibalik Indahnya Panorama Situ Sanghiang (Bagian 9)

TASIKMALAYA-padjajaran-news.com : Setelah bertanya dan mendapatkan keterangan dari Nenek tua bahwa Raja Saunggatang sedang melakukan pesta pernikahan dengan Ayu Cenderawulan selama tujuh hari tujuh malam.

Raja Galuh, Raden Rarangbuana yang berubah menjadi bocah buncir (Buncit) kemudian berpikir bagaimana caranya bisa mengganggu suasana didalam benteng keraton yang sedang berpesta pora.

Sejenak Ikbal Nasihin berhenti bercerita dan menyeruput air teh yang sudah dingin akibat asyiknya bercerita, setelah itu dengan penuh semangat dirinya melanjutkan cerita tentang anak buncit jelmaan Raja Galuh yaitu Raden Rarangbuana.

Raja Galuh berdoa kepada yang maha kuasa, setelah itu banyak sekali anjing-anjing yang datang dari berbagai penjuru dan berkumpul kemudian binatang tersebut berkelahi sehingga suara perkelahian mengganggu suasana di dalam keraton saunggatang.

Dikarenakan merasa terganggu, beberapa pengawal raja serta para dukun keluar dari benteng untuk melihat apa yang terjadi diluar keraton.
“Setelah sampai diluar banyak sekali anjing yang sedang diadukan oleh anak buncit, sehingga para pengawal raja dan dukun tersebut marah besar terhadap anak buncit tersebut,” tutur Ikbal.
(Yud’N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *