Pemimpin Tidak Boleh Berprasangka Negatif Tanpa Ada Dasar

TASIKMALAYA-padjajaran-news.com : Seorang Pemimpin seyogyanya mengambil yang baik dari yang lama sehingga terus ada pembaharuan dan perbaikan berdasarkan kontek dan dinamika masyarakat.
Pemimpin pun tidak boleh mengambil keputusan dikarenakan nafsu kebencian, juga tidak boleh berprasangka negatif tanpa ada dasar yang jelas kepada masyarakat, bawahan atau anggota organisasi.
“Mark Twin pernah mengatakan, jangan engkau dekati orang yang pendapatnya tentang diri anda selalu negatif atau selalu mende-motivasi anda,” ungkap Taufiq Rohman saat memberikan materi LDK Racana KH. Zaenal Mustofa, STAI Tasikmalaya, Jumat (26/10/2018).
Pengalaman dan bergaul itu merupakan cara belajar yang paling baik dan paling mudah untuk menperbaiki diri. Karena sharing pendapat saling memberi dan menerima bagian untuk mengoreksi kekurangan atau kelebihan.
“Faktor fsikologis yang sangat penting bagi pemimpin yaitu selalu bersyukur, melihat sisi positif dan negatif dari diri kita, dari orang lain dan keadaan,” kata Taufiq disambut tepuk tangan para peserta LDKR.
(Yud’N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *