Beratnya Memikul Beban, Kakek Uun : Tak Seberat Beban Hidup

TASIKMALAYA-padjajaran-news.com : Beratnya memikul beban di pundak tak seberat beban hidup yang dilalui. Itulah curhatan Kakek Uun (65) warga Kampung Rancaciung, Desa Neglasari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut. Rabu (31/10/2018) saat berjualan di Cisayong, Tasikmalaya.
Ketika diajak berbincang Kakek Uun menceritakan keluh kesahnya sebagai orang yang sudah sepuh, semestinya sudah beristirahat. Tetapi, dikarenakan kebutuhan hidup dirinya harus terus berjuang mencari rezeki.
“Nasib jalmi alit teu aya pisan perhatosan, kangge modal ge seusah tadina supados teu nanggung da berat kacida hasilna mah ukur beratna hungkul, (nasib orang kecil, tidak ada perhatian, buat modal juga susah biar tidak mikul, karena hasilnya hanya beratnya saja),” kata Kakek Uun dengan bermandikan keringat.
Dia juga berharap kepada Bupati Garut, Rudi Gunawan untuk lebih memperhatikan nasib orang lemah juga sudah tua renta. karena itu, Uun mengatakan kepada siapa lagi dirinya harus minta perhatian.
Dengan penghasilan yang tidak menentu ketika berjualan, Kakek Uun pun harus menahan perut dari rasa lapar karena uang yang harus disetorkan kepada majikannya.
Ya keudah seuer sabar, lapar oge di tahan kumargi keluarga ngantosan,(harus banyak sabar, lapar juga harus ditahan karena keluarga menanti),” jelasnya dengan nafas yang tersendat-sendat.
(Yud’N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *